Mulai menabung atau …


  • “Saya sekarang sedang mulai cicilan rumah, uang saya banyak tersedot ke sana…”

  • “Pengeluaran gue lagi gak teratur nih, nanti kalau sudah mulai stabil gue pasti mulai nabung…” 

  • “Gaji saya terlalu kecil buat menabung. Mana bisa saya menabung, untuk hidup saja sudah pas-pasan”

Tidak ada alasan untuk Tidak Menabung, permasalahannya adalah kapan kita akan mulai menabung…? Apakah kita harus menunggu sampai ketiga hal di atas tidak lagi terjadi, yaitu:

  1. Menunggu sampai cicilan rumah selesai

  2. Menunggu sampai pengeluaran menjadi stabil, atau; 

  3. Menunggu sampai gaji naik

Seseorang menabung bukan karena lebih besarnya penghasilan dibanding orang lain. Amir yang bergaji 1 juta dapat menabung 50 ribu secara rutin setiap bulan, sementara Budi yang bergaji 2 juta sebulan tidak dapat menabung sama sekali. Di sini ditunjukkan bahwa gaya hidup Amir lebih memungkinkan dia untuk menabung dibandingkan Budi. Amir lebih memprioritaskan menabung daripada Budi.
 
Bagaimana Hal ini Dapat Terjadi ?
Jika Anda mengalami hal yang sama seperti Budi sehingga tidak dapat menabung, permasalahannya adalah:
 
1. Anda bukan orang pertama yang menikmati dan menerima gaji setiap bulannya (lho, kok bisa?)
2. Anda bukan prioritas utama bagi Anda sendiri.
Bagaimana Mungkin?
Anda mungkin berpikir,” Ah, gimana mungkin…ya jelas aja, gue orang pertama yang menikmati gaji gue sendiri.” Tapi… Apakah yang sebenarnya terjadi seperti itu? Kebanyakan orang akan membuat anggaran seperti ini:

Pertama : Pajak Penghasilan  
Kedua : Pembayaran Kredit Rumah/Mobil/Kartu Kredit
Ketiga : Pendidikan Anak
Keempat : Kebutuhan Rumah Tangga  
Kelima : Pelayanan Kesehatan
Keenam : Perawatan Kendaraan/Rumah

Mungkin semua hal di atas cukup dibayar lunas dengan penghasilan Anda tiap bulannya. Berarti kita menempatkan diri di urutan paling belakang atau dengan kata lain, ‘ya kalau ada sisa ya nabung, kalau enggak saya akan tunggu sisa bulan depan dan mulai menabung.’ Namun hal ini terulang lagi pada bulan berikutnya dan berikutnya. Apa yang dapat Anda lakukan jika mengalami hal ini? Gajilah diri Anda sendiri…PAY YOURSELF FIRST. Gunakan uang itu untuk menabung. Secara tidak langsung Anda telah membuat penyesuaian gaya hidup dengan mengurangi jatah “gaya hidup” kita karena telah ditarik di awal untuk ditabung. Yang disebut menabung adalah suatu kepastian, bukannya kadang kala menabung dan kadang kala tidak.

 ” Nanti Kalau Kondisi Keuangan Sudah Stabil dan Sedikit Lega, Saya Pasti Mulai Menabung…”

Anda dapat mulai menabung sekarang! Anda harus mulai menabung sekarang! Mengapa harus menunda?

Tidak mudah untuk memenuhi kebutuhan manusia, setiap pemasar barang konsumtif tahu benar akan hal ini dan selalu mengambil manfaat dari sifat dasar manusia ini. Kebutuhan akan selalu meningkat, setiap kali terpuaskan akan datang sesuatu dengan tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Dulu mungkin
 Anda bercita-cita untuk memiliki HP Nokia 9300 yang waktu itu masih berharga hampir 4 jutaan, setelah HP tersebut di tangan, kini muncul keinginan untuk menggenggam Nokia N90 walaupun harga barunya masih di atas 7 jutaan.

Bila  Anda pernah mengatakan gaji sekarang ini terlalu kecil, mari kita renungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

– Misalkan gaji saya  2 juta, dan itu tidak cukup. Lalu berapa yang cukup menurut saya?
– Bagaimana kalau gaji saya naik menjadi….. 3 juta? Pasti akan sangat lega…

Setelah berjalan 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, dan gaji telah naik 100%:
– Apakah saya merasa gaji menjadi tidak cukup lagi sekarang?
– Bagaimana jika gaji naik menjadi 5 juta?
– Dalam berapa lama saya akan merasa lega?
– Bagaimana jika naik menjadi 10 juta, 16 juta?
– Lalu, adakah orang yang tidak merasa cukup dengan gaji 16 juta…Waah, banyaak.
– Gimana kalau 30 juta…. 50 juta dst… dst !

Berapapun penghasilan yang Anda sebutkan, pertanyaan dasarnya adalah: Berapa yang bisa Anda tabung? Jika Anda katakan bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk mulai menabung, maka yang akan terjadi adalah:

ANDA TIDAK AKAN PERNAH MENABUNG!!!

Sebuah Ilustrasi:
Andi ingin menabung untuk kuliah anaknya, Romi. Saat ini dia masih harus melunasi cicilan KPRnya sampai 10 tahun mendatang. Usia anaknya sekarang masih 1 tahun. Seharusnya dia hanya harus menyisihkan 400 ribu/bulan untuk menyediakan uang kuliah anaknya. Maka dia tunda niatnya untuk menabung sampai 5 tahun mendatang, ternyata pada saat itu istri Andi menginginkan mobil baru, jadilah mereka membeli mobil tersebut dengan cicilan selama 5 tahun.
Singkat cerita, mereka baru mulai menabung 10 tahun kemudian. Sementara jarak waktu sampai masa kuliah anaknya tinggal 7 tahun lagi. Dan untuk mencapai jumlah yang diinginkan kini dia harus menyisihkan 2.5 juta tiap bulannya! Sementara, saat ini Romi sudah memiliki adik, dan jumlah itupun masih ahrus ditambah dengan tabungan untuk adik Romi… Waah, jadi berat yaaa…..?!x
? ? L ÿ Jadi, segera mulailah menabung….atau….

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s