Hello world!


Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Ibrahim AS, Ismail AS & Ka'bah


Maqam Ibrahim AS

Maqam Ibrahim AS

Dikisahkan Nabi Ibrahim beserta  istrinya Sarah dan khadamnya Hajar menetap di tanah Palestina. Mereka hidup rukun beserta pengikutnya yang setia. Namun demikian ada satu hal yang mengganjal hati Nabi Ibrahim beserta istrinya Sarah, mereka  sudah berusia lanjut  namun  belum juga dikaruniai seorang putra yang diharapkan dapat  melanjutkan keturunannya. Sarah mengusulkan kepada Nabi Ibrahim agar ia mengambil Hajar  khadamnya menjadi istri, mudah-mudahan mereka bisa mendapat keturunan dari Hajar. Nabi Ibrahim menerima usulan tersebut, ia pun menikahi Hajar.

Dari perkawinannya dengan Hajar lahirlah seorang putra yang diberi nama Ismail. Mereka sekeluarga diliputi kegembiraan, demikian pula halnya dengan Sarah istri pertama Nabi Ibrahim. Namun kegembiraan Sarah itu hanya sementara, sebab tak lama kemudian hatinya mulai diserang suatu perasaan yang sulit dibayangkan. Ia merasa cemburu, terhadap Hajar. Hatinya tak kunjung tenang, selalu gelisah, makan dan minum jadi tidak karuan rasanya. Ia tidak tahan melihat kebahagiaan Hajar beserta anaknya. Hal ini disampaikan terus terang oleh Sarah kepada Nabi Ibrahim. Ia mengusulkan agar Nabi Ibrahim, Hajar beserta anaknya meninggalkannya sendiri, pergi ketempat yang sejauh jauhnya, agar tidak terlihat dan terdengar olehnya sedikitpun. Dengan wahyu dari Ilahi Nabi Ibrahim menerima usulan Sarah itu. Nabi Ibrahim membawa Hajar beserta putranya mengembara, mengikuti kemana kaki melangkah, tujuannya hanya pergi sejauh-jauhnya dari tempat Hajar bermukim. Setelah sekian lama berjalan sampailah Nabi Ibrahim di suatu lembah padang pasir yang sunyi. Ia menerima wahyu agar meninggalkan istrinya Hajar beserta putranya di lembah itu.

Continue reading

Posted in Muslim | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Hal-hal Yang Perlu Disiapkan Sebelum Menjalankan Bisnis Waralaba (Franchise)


Bisnis Waralaba
Bisnis Waralaba

Seperti kita ketahui, beberapa tahun terakhir ini bisnis waralaba (franchise) merebak bagaikan jamur dimusim hujan. Macam-macam jenisnya, seperti industri/bisnis kuliner, pendidikan, kesehatan hingga IT bahkan hutan (pengelolaan hutan). Investasinya pun juga beragam mulai dari yang 2 jutaan rupiah hingga milyaran rupiah. Karena begitu banyaknya pilihan, sering membuat bingung masyarakat calon terwaralaba (franchisee) dalam memilih mana yang “menjanjikan” keuntungan. Sejatinya, tidak ada investasi yang tidak beresiko. Tapi tidak berarti kita harus menghindari resiko. Nah, jika anda tertarik untuk menjalankan bisnis waralaba (seperti saya) ada baiknya baca dulu tulisan di bawah ini yang saya ambil dari situs lain di Internet, semoga bermanfaat.

Pertanyaan-pertanyaan yang perlu disiapkan saat akan menjalankan bisnis waralaba:

Continue reading

Posted in Waralaba | Tagged , , , , , | Leave a comment

Mekkah


Mekkah atau Makkah al-Mukarramah, atau juga dikenal dengan nama Makkah adalah kota utama di Arab Saudi yang merupakan kota tujuan utama kaum muslim dalam menunaikan ibadah haji. Di sana terdapat bangunan utama Ka’bah yang merupakan patokan arah kiblat untuk shalat kaum muslimin di seluruh dunia serta prosesi Ibadah Haji. Keutamaan kota Mekkah selain tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW juga terdapat Masjidil Haram dengan Ka’bah di dalamnya. 

Sebagai kota suci umat Islam, berdasarkan hukum yang berlaku di Arab Saudi, bagi Non-Muslim tidak diijinkan memasuki kota Mekkah ini. 

Posted in Muslim | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Jual Cincin untuk Modal, Pinjam Bank Dianggap Gila


Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti di depan pesawat New Piaggio Avanti, di bandara pribadinya di kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Foto: Agus Wirawan/Jawa Pos

Keputusannya keluar dari sekolah saat masih berusia 17 tahun sangat disesalkan oleh kedua orang tuanya. Namun, berkat keuletan dan kerja kerasnya, kini Susi Pudjiastuti memiliki 50 pesawat dan pabrik pengolahan ikan yang berkualitas untuk melayani kebutuhan ekspor.

Laporan AGUS WIRAWAN, Pangandaran

ANGIN  laut bertiup kencang saat pesawat Cessna yang membawa Jawa Pos mendekati Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Setelah berputar sekali di atas perairan biru, pesawat berkapasitas 10 penumpang itu lantas menukik, kemudian mendarat di bibir pantai yang indah.

Konstruksi landasan yang biasa dipakai take-off dan landing itu terbuat dari campuran pasir-batu yang dipadatkan. “Ini bandara private (milik pribadi). Panjangnya satu kilometer,” ujar wanita paruh baya yang menyambut Jawa Pos dengan ramah.

Continue reading

Posted in Kisah Sukses | Tagged , , , , , , , , , | 1 Comment

Iblis pun Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW


Hadits ini cukup panjang, semoga bisa menjadi renungan buat mereka yang berfikir…

Muhammad SAW

Muhammad SAW

Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:
Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba–tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku. “

Rasulullah bersabda,”Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab, “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”
Beliau melanjutkan, “Itu iblis, laknat Allah bersamanya.”
Segera saja Umar bin Khattab berkata, “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah.”
Rasulullah menahannya, “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Continue reading

Posted in Muslim | Tagged , , , , | Leave a comment

Renungan di Hari Ulang Tahun Untuk Buah-Hatiku Tersayang


Papa, Mama & Farah di Genting, Malaysia
Papa, Mama & Farah di Genting, Malaysia

Untuk Farah Utoyo, anak Papa yang sholehah. Selamat Milad ya sayang!

Farah ingatkan sayang, Nenek selalu bilang, “Tidak ada contoh dari Rasulullah Muhammad SAW untuk merayakan ulang tahun.” Artinya, kalau kita merayakan ulang tahun itu tidak bernilai ibadah. Allah tidak akan memberi kita pahala (hadiah). Padahal kita harus berusaha & berharap semua yang kita lakukan akan mendapat hadiah dari Allah SWT. Anak manis, hadiah dari Allah ini beda sekali dengan hadiah yang pernah Papa, Mama atau orang lain berikan untuk Farah. Yang pasti kalau Allah setiap saat memberi kita hadiah, maka Allah akan mencintai dan menyayangi kita. Anakku, sayang dan cintanya Allah pada kita, itulah yang paling kita harapkan. Dan itu juga harapan banyak orang lainnya.

Anakku yang cantik, kalau kita menganggap penting untuk merayakan ulang tahun, itu lebih salah lagi. Karena bukan cuma kita tidak akan dapat hadiah dari Allah tapi kita bisa berdosa, artinya Allah akan mengambil lagi hadiah yang sudah pernah diberikan untuk kita. Semoga ini tidak pernah terjadi pada kita ya sayang, amin. Farah tau kan sayang, kalau kita mendapat banyak hadiah (pahala) maka kita akan selalu dilindungi oleh Allah. Kita akan dihindarkan dari sesuatu yang tidak baik. Itu semua bisa terjadi kalau Allah menyayangi kita.

Continue reading

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | 1 Comment

Mulai menabung atau …


  • “Saya sekarang sedang mulai cicilan rumah, uang saya banyak tersedot ke sana…”

  • “Pengeluaran gue lagi gak teratur nih, nanti kalau sudah mulai stabil gue pasti mulai nabung…” 

  • “Gaji saya terlalu kecil buat menabung. Mana bisa saya menabung, untuk hidup saja sudah pas-pasan”

Tidak ada alasan untuk Tidak Menabung, permasalahannya adalah kapan kita akan mulai menabung…? Apakah kita harus menunggu sampai ketiga hal di atas tidak lagi terjadi, yaitu:

  1. Menunggu sampai cicilan rumah selesai

  2. Menunggu sampai pengeluaran menjadi stabil, atau; 

  3. Menunggu sampai gaji naik

Seseorang menabung bukan karena lebih besarnya penghasilan dibanding orang lain. Amir yang bergaji 1 juta dapat menabung 50 ribu secara rutin setiap bulan, sementara Budi yang bergaji 2 juta sebulan tidak dapat menabung sama sekali. Di sini ditunjukkan bahwa gaya hidup Amir lebih memungkinkan dia untuk menabung dibandingkan Budi. Amir lebih memprioritaskan menabung daripada Budi.
 
Bagaimana Hal ini Dapat Terjadi ?
Jika Anda mengalami hal yang sama seperti Budi sehingga tidak dapat menabung, permasalahannya adalah:
 
1. Anda bukan orang pertama yang menikmati dan menerima gaji setiap bulannya (lho, kok bisa?)
2. Anda bukan prioritas utama bagi Anda sendiri.
Bagaimana Mungkin?
Anda mungkin berpikir,” Ah, gimana mungkin…ya jelas aja, gue orang pertama yang menikmati gaji gue sendiri.” Tapi… Apakah yang sebenarnya terjadi seperti itu? Kebanyakan orang akan membuat anggaran seperti ini:

Pertama : Pajak Penghasilan  
Kedua : Pembayaran Kredit Rumah/Mobil/Kartu Kredit
Ketiga : Pendidikan Anak
Keempat : Kebutuhan Rumah Tangga  
Kelima : Pelayanan Kesehatan
Keenam : Perawatan Kendaraan/Rumah

Mungkin semua hal di atas cukup dibayar lunas dengan penghasilan Anda tiap bulannya. Berarti kita menempatkan diri di urutan paling belakang atau dengan kata lain, ‘ya kalau ada sisa ya nabung, kalau enggak saya akan tunggu sisa bulan depan dan mulai menabung.’ Namun hal ini terulang lagi pada bulan berikutnya dan berikutnya. Apa yang dapat Anda lakukan jika mengalami hal ini? Gajilah diri Anda sendiri…PAY YOURSELF FIRST. Gunakan uang itu untuk menabung. Secara tidak langsung Anda telah membuat penyesuaian gaya hidup dengan mengurangi jatah “gaya hidup” kita karena telah ditarik di awal untuk ditabung. Yang disebut menabung adalah suatu kepastian, bukannya kadang kala menabung dan kadang kala tidak.

 ” Nanti Kalau Kondisi Keuangan Sudah Stabil dan Sedikit Lega, Saya Pasti Mulai Menabung…”

Anda dapat mulai menabung sekarang! Anda harus mulai menabung sekarang! Mengapa harus menunda?

Tidak mudah untuk memenuhi kebutuhan manusia, setiap pemasar barang konsumtif tahu benar akan hal ini dan selalu mengambil manfaat dari sifat dasar manusia ini. Kebutuhan akan selalu meningkat, setiap kali terpuaskan akan datang sesuatu dengan tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Dulu mungkin
 Anda bercita-cita untuk memiliki HP Nokia 9300 yang waktu itu masih berharga hampir 4 jutaan, setelah HP tersebut di tangan, kini muncul keinginan untuk menggenggam Nokia N90 walaupun harga barunya masih di atas 7 jutaan.

Bila  Anda pernah mengatakan gaji sekarang ini terlalu kecil, mari kita renungkan beberapa pertanyaan berikut ini:

– Misalkan gaji saya  2 juta, dan itu tidak cukup. Lalu berapa yang cukup menurut saya?
– Bagaimana kalau gaji saya naik menjadi….. 3 juta? Pasti akan sangat lega…

Setelah berjalan 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, dan gaji telah naik 100%:
– Apakah saya merasa gaji menjadi tidak cukup lagi sekarang?
– Bagaimana jika gaji naik menjadi 5 juta?
– Dalam berapa lama saya akan merasa lega?
– Bagaimana jika naik menjadi 10 juta, 16 juta?
– Lalu, adakah orang yang tidak merasa cukup dengan gaji 16 juta…Waah, banyaak.
– Gimana kalau 30 juta…. 50 juta dst… dst !

Berapapun penghasilan yang Anda sebutkan, pertanyaan dasarnya adalah: Berapa yang bisa Anda tabung? Jika Anda katakan bahwa sekarang bukan waktu yang tepat untuk mulai menabung, maka yang akan terjadi adalah:

ANDA TIDAK AKAN PERNAH MENABUNG!!!

Sebuah Ilustrasi:
Andi ingin menabung untuk kuliah anaknya, Romi. Saat ini dia masih harus melunasi cicilan KPRnya sampai 10 tahun mendatang. Usia anaknya sekarang masih 1 tahun. Seharusnya dia hanya harus menyisihkan 400 ribu/bulan untuk menyediakan uang kuliah anaknya. Maka dia tunda niatnya untuk menabung sampai 5 tahun mendatang, ternyata pada saat itu istri Andi menginginkan mobil baru, jadilah mereka membeli mobil tersebut dengan cicilan selama 5 tahun.
Singkat cerita, mereka baru mulai menabung 10 tahun kemudian. Sementara jarak waktu sampai masa kuliah anaknya tinggal 7 tahun lagi. Dan untuk mencapai jumlah yang diinginkan kini dia harus menyisihkan 2.5 juta tiap bulannya! Sementara, saat ini Romi sudah memiliki adik, dan jumlah itupun masih ahrus ditambah dengan tabungan untuk adik Romi… Waah, jadi berat yaaa…..?!x
? ? L ÿ Jadi, segera mulailah menabung….atau….

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Google is My Salesman


Awalnya, Rabu 25 Juli 2007, ketika saya mengikuti sebuah seminar yang diselenggarakan oleh Majalah Warta Ekonomi di Hotel Aryaduta, Jakarta. Hadir sebagai salah seorang speakernya yaitu Bob Julius Onggo. Mudah-mudahan nama ini tidak asing buat Anda.

Bob Julius Onggo memang bukan siapa-siapa, tapi yang menarik buat saya yaitu dia membangun bisnis dengan capital yg almost zero (hampir tanpa modal atau modalnya kecil banget boo!). Bagimana cara dia memasarkan bisnisnya yang sekarang sudah mempunyai beberapa perusahaan dan hampir semuanya dibangun dengan modal yg sangat kecil?

Diseminar itu Bob menjelaskan, bagaimana Google & Yahoo! bisa bekerja gratis tanpa dibayar untuk bisnisnya dalam mendatangkan pembeli. Wah… seneng kan? Nah semua trik2 pemasarannya itu dibahas dalam buku karangannya yang baru terbit awal bulan Juli ini yaitu: Google is my Salesman

Tertarik buat mengikuti jejaknya, makanya saya beli juga bukunya. Murah kok harganya, Rp.39.000,- ada di Gramedia.

Sudah ya, mau terusin bacanya nih.

Posted in Buku | 1 Comment